Jumat, 10 April 2015

Secangkir Kata Untuk Bapa

Diposting oleh OCS di 08.25 0 komentar
Bapa, aku senang berjalan di taman.
Aku suka melihat mekar dan indahnya bunga.
Aku bahagia mendengar kicau burung bernyanyi.
Kuhirup udara di sekelilingku.
Hmmp.. Ah..
Semuanya indah. Semuanya sempurna.

Namun Bapa, suatu hari semuanya berbeda.
Bunga yang dahulu mekar, kini telah layu.
Semuanya hitam. Tak kutemui warna di sana.
Kelopak berguguran. Kering dan tandus sepanjang mata.
Aku tercengang. Namun aku belum juga menyerah.
Kucari burung yang suka bernyanyi; agar mereka menghiburku.
Aku berlari mencari mereka. Aku tergesa ingin bahagia.

Tapi Bapa, burung itu sudah tiada.
Aku tertunduk.
Pipiku mulai basah oleh aliran yang berasal dari ujung mataku.
Kuhirup udara di sekelilingku.
Hmmp.. Ah..
Aku masih bisa bernapas. Aku masih bisa berdiri.
Aku masih bisa bersuara dan mengatakan, “Puji Tuhan”

“.....apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?...” – Ayub 2:10

Minggu, 25 Agustus 2013

Terkunci Rapat.

Diposting oleh OCS di 22.33 1 komentar
Sekarang sudah jam setengah sebelas malam dan saya masih saja belum bisa tidur. Hari ini saya piket dan bertugas untuk mengunci pintu, baik pintu depan sampai pintu dapur. Dan mungkin juga.... pintu hati saya.

Terima kasih telah berbicara kembali denganku. Semua terasa dekat. Tapi maaf, ruang yang dulu kusimpan untuk namamu sudah terkunci rapat. Aku tahu semua kunci dapat dibuka tapi aku tak pernah mau memikirkannya.

Kata siapa cinta tidak bisa kadaluarsa? Kata romeo dan juliet? Benarkah? Bukankah akhirnya romeo dan juliet hanya kautemui dalam nama sebuah wafer?

Ah iya besok saya harus bangun pagi. Saya jadi ingat tiga tahun yang lalu. Saat saya selalu ingin untuk mendengar suaramu di pagi hari. Tapi maaf (lagi), sekarang semua berbeda.

Terima kasih telah membekukan hati. Mungkin, kau berbakat untuk bisnis kulkas. Selamat malam.

Rabu, 07 Agustus 2013

Orang Pintar Kalah Sama Orang Beruntung? I don’t think so.

Diposting oleh OCS di 10.08 5 komentar
Hola selamat pagi! Akhirnya ngeblog juga.. *bersihin jaring laba-laba di blog*
Pagi ini gue gak akan ngasih bacaan berat yang bikin pikiran mumet. Tenang aja, gue gak akan ngomongin inflasi bursa saham ataupun nama-nama pahlawan di Zimbabwe.

Kali ini gue mau curahin isi pikiran gue tentang doktrin manusia yaitu “Orang pintar kalah sama orang beruntung”. Dari judul postingan lo pasti udah tahu kalau gue gak setuju sama quote ini. Actually, semua manusia bebas berpendapat, begitu pun dengan gue.

Kenapa gue gak setuju sama quote “Orang pintar kalah sama orang beruntung” ?
Pertama, ini omong kosong. Tuhan itu adil bro. Kalau emang lo pintar, bekerja keras, dan rajin berdoa, maka sangat sangat tidak mungkin kalau semuanya itu akan sia-sia.
Tapi.. ada tapinya nih. Kenapa ada orang pintar yang kalah sama orang beruntung? Karena kebanyakan orang pintar, gak semua loh ya, hanya mengandalkan kemampuannya sendiri. Yups! Dia gak ingat sama Sang Pencipta. Si orang pintar terlalu ambisius atau bahkan mulai sombong. Gue yakin semua agama tidak menyarankan kita untuk sombong karna Tuhan dekat dengan orang yang rendah hati. Lalu, siapakah si orang beruntung yang berani-beraninya mengalahkan si pintar?

Menurut gue, orang beruntung itu gak ada. Kata bang soyid, keberuntungan itu adalah hasil dari doa orang-orang terdekat kita. Yang ada hanyalah orang tekun. Yap tekun. Tekun apapun. Tekun berusaha, tekun berdoa dan tekun-tekun lainnya. Lo pada masih ingat kan dengan kisah kancil dan kura-kura. Apa kancil pintar? Iya. Dan kenapa malah kura-kura yang menang? Apa karna dia beruntung? Engga! Bukan keberuntungan yang menyelamatkannya, tapi ketekunan.

Jadi plis, jangan langsung ngejudge orang dengan kata “Ah, dia mah beruntung doang.”
Orang pintar gak kalah dengan orang beruntung. Tapi orang pintar kalahnya sama orang tekun. Percayalah, ketekunan takkan pernah mengkhianati.

Keberuntungan tidak datang kepada orang yang mengharapkan, tetapi keberuntungan datang kepada orang yang bekerja keras.


Jadi, masih mau bilang kalau orang pintar kalah sama orang beruntung?
 

OCS Template by Ipietoon Blogger Template | Design by Octoviana Carolina Sitorus