Minggu, 15 April 2012

Kereta Ekonomi (cerpen)

Diposting oleh OCS di 15.47
KERETA EKONOMI

Teet..Teet.. Bel pulang kantor terdengar seperti suara dari surga. Hari ini merupakan hari paling melelahkan selama aku bekerja disini. Kedatangan manager baru yang super duper cerewet membuat aku merasa seperti mengangkat berton-ton batu saat aku mendengar ocehannya. Aku langsung bergegas pulang untuk merebahkan diri dan meminum obat penghilang ingatan (kalau ada) agar aku bisa melupakan wajah manager yang menurutku jelmaan dari nenek sihir. Yap! Nenek sihir yang memakai rok sepan dan bulu mata yang mungkin sama tebal dengan bulu keteknya.
“Astaga! Sudah jam 5 sore!” Aku langsung berlari marathon ke arah Stasiun Cakung karena kereta akan tiba jam 5.10. Jarak dari kantor ke stasiun lumayan dekat. Akhirnya aku sampai di kereta ekonomi dengan nafas terengah-engah seperti orang yang habis melahirkan.
Pengap dan sempit memang sudah menjadi mascot dari kereta ekonomi. Aku langsung berdiri didekat pintu. Tiba-tiba pandanganku terusik dengan lelaki berseragam SMA disebelahku. Wajahnya tampan dan dia sedang membaca buku. Ku lirik judul buku yang sedang dia baca. Waw! Aku cukup kaget melihat judulnya. Tentang “Peluang Bisnis 2012”. Remaja zaman sekarang bukankah selalu sibuk dengan handphone dan dunia maya? Atau dia tidak mengerti cara memakai facebook? Aku mulai mendekatinya. Sebagai wanita aku mulai canggung untuk mengajaknya berkenalan. Tapi aku sangat ingin mengenalnya. Berani! Aku harus berani!`
“Hai..” Aku menyapanya. Dia masih asik membaca buku dan tidak menghiraukanku. Mungkin juga dia tuli. Ku sapa lagi “Hai, boleh kenalan?” Dia masih diam dan melontarkan muka jutek kepadaku. Aku sangat salah tingkah. Kemudian dia pergi meninggalkanku yang sedang menampung jutaan rasa malu ke gerbong sebelah.
Rasanya ingin membuang muka ku dan menggantinya dengan topeng power ranger yang dijual dipasar senggol. Malu klimaks! Saat kereta berhenti aku langsung turun dan berlari kecil keluar dari stasiun. Aku berhenti di jembatan dekat rumahku. Termenung mengingat tindakan bodohku tadi. Entah setan apa yang merasuki saat itu. Mengajak kenalan seorang lelaki sombong dikereta.
“Hai..” Terdengar suara dari belakangku. Dan saat aku menoleh, ternyata lelaki tadi yang memanggilku. Spontan penyakit gaguku kumat. “Eeh..Ka..Kamu..” aku tidak tau harus berkata apa lagi. “Iya, yang tadi kamu ajak kenalan dikereta. Nama aku Kevin. Kamu tinggal didekat sini?” suaranya membuatku keringat dingin seperti sedang menahan BAB. “I..iya..Di..Ga..Gang..Se..Bebelah..”
“Oh.. berarti kita tetanggaan dong? Rumahku juga dekat sini. Nama kamu siapa? Maaf saat dikereta tadi aku langsung pergi. Soalnya ada temanku yg sudah menunggu digerbong sebelah.” Aku senang. Yap! Aku tak peduli dia berkata jujur atau tidak, tapi yang penting dia meninggalkanku bukan karena wajahku sangat jelek. “I..iya..gap..gapapa..Na..Namaku..Lisa..” Dia langsung menyodorkan kertas kecil yang bertuliskan nomor teleponnya. “Ini nomor teleponku. Daah sampai jumpa” Dia meninggalkanku sambil melontarkan senyum manis. Rasanya semua rasa cape karena bekerja seharian langsung hilang. Yes! Hatiku langsung menyanyikan lagu kemenangan. Mataku berbinar-binar seperti orang yang baru saja menemukan uang gope dipinggir kali. Bukankah berondong tercipta untuk dipacari? Lagipula tidak ada undang-undang yang melarang wanita untuk menyukai orang yang lebih muda. Aku tersenyum lebar dalam perjalanan pulang kerumah. Biasanya aku hanya melakukan ini ketika aku telah mengambil gaji atau mendapat arisan. Tapi kali ini berbeda. Kini aku jatuh cinta!

With Smile,

0 komentar:

Posting Komentar

 

OCS Template by Ipietoon Blogger Template | Design by Octoviana Carolina Sitorus