Oke kali ini gua lg pengen cerita tentang waktu yg menurut gua gak lebih cepat berlalu daripada debu yang berterbangan.
Diruang tamu gua ada 2 jam dinding.
Jam yg 1 kecepatan, dan jam yg kedua kelambatan.
Setiap hari gua selalu ngeliat ke arah jam yang pertama.
Sesaat kemudian langkah gua melambat melihat jam kedua yang seperti mengatakan "baru jam segini..santai aja"
kedua jam itu berbeda 15menit.
Mengertikah kalian?
Ini namanya kita gak akan bisa melangkah lebih cepat kalau masih dibayang-bayangi dengan keterpurukan.
Kita masih dituntut melihat hal yg jauh lebih buruk daripada yg kita alami dan itu membuat kita melambatkan langkah untuk menggapai mimpi.
Saat pepatah bilang "lihatlah kebawah dan syukurilah apa yang kita punya"
saat itu juga gua berpikir kalau mimpi akan selalu menjauh.
Contoh: semester tiga ini Surti ranking 2 dari bawah, nah Surti masih bersyukur karena masih ada yang ranking 1 dari bawah.
Diruang tamu gua ada 2 jam dinding.
Jam yg 1 kecepatan, dan jam yg kedua kelambatan.
Setiap hari gua selalu ngeliat ke arah jam yang pertama.
Sesaat kemudian langkah gua melambat melihat jam kedua yang seperti mengatakan "baru jam segini..santai aja"
kedua jam itu berbeda 15menit.
Mengertikah kalian?
Ini namanya kita gak akan bisa melangkah lebih cepat kalau masih dibayang-bayangi dengan keterpurukan.
Kita masih dituntut melihat hal yg jauh lebih buruk daripada yg kita alami dan itu membuat kita melambatkan langkah untuk menggapai mimpi.
Saat pepatah bilang "lihatlah kebawah dan syukurilah apa yang kita punya"
saat itu juga gua berpikir kalau mimpi akan selalu menjauh.
Contoh: semester tiga ini Surti ranking 2 dari bawah, nah Surti masih bersyukur karena masih ada yang ranking 1 dari bawah.
Kadang kita salah dalam memaknai kata bersyukur.
Saat kita masih dituntut untuk selalu melihat kegagalan dan kelambatan, entah darimanapun itu, hal itu membuat kita menunda segala hal.
Ini postingan iseng gua pas di angkot. Cuma mau curahin apa yg gua rasain dan mungkin lo rasain juga. :))
Saat kita masih dituntut untuk selalu melihat kegagalan dan kelambatan, entah darimanapun itu, hal itu membuat kita menunda segala hal.
Ini postingan iseng gua pas di angkot. Cuma mau curahin apa yg gua rasain dan mungkin lo rasain juga. :))

0 komentar:
Posting Komentar