Selamat
sore, pangeran!
Apa yang sedang jemarimu lakukan?
Aku yakin kamu sedang menggenggam ponsel. Benar tidak?
Ada hal unik yang terjadi tadi pagi.
Hari ini, Try Out kedua, tepatnya pelajaran
Matematika.
Aku datang ke sekolah lebih awal. Bukan, bukan
perihal satpam yang ingin aku ceritakan.
Aku melihat ke arah ruang piket. Ada setumpukan
kertas yang menempel di dinding.
Tertulis: Ujian Nasional tinggal 47 hari lagi.
Dengan
angka yang sangat besar; seakan kita bisa membacanya walau sambil tertidur.
Waktu memang cepat berlalu.
Mungkin sekarang,
sang waktu sedang istirahat dan minum sekaleng air isotonik karena saking
lelahnya berlari.
47 hari kedepan, akan ada Ujian Nasional, lalu
pengumuman kelulusan, perpisahan sekolah dan beberapa tes perguruan tinggi.
Kudengar kau juga berniat melanjutkan kuliah. Entah
dimana. Nyaliku tak cukup kuat untuk melontarkan pertanyaan secetek ini.
Apa kau berniat melanjutkan studi ke luar kota? Tempat
yang jauh. Jauh sekali. Sampai hembusan rinduku saja tak mampu untuk
menyentuhmu. Aku takut.
Bukan takut tentang mitos hubungan jarak jauh. Bukan.
Apakah obrolan kita yang baru terjadi sekali
bisa kusebut hubungan? Voldemort yang sedang jatuh cintapun, pasti menjawab
tidak.
Tetaplah disana. Kebahagiaan memang tidak munafik. Tetapi kebahagiaan mengajarkanku untuk menerima kepahitan; dengan ikhlas.
Jadi, sudah berapa waktu yang kusia-siakan?


2 komentar:
tinggal pribadi masing masing y,,
bagaimana memanfaatkan waktu yang ada untuk hal yang bermakna,,
Iya iya..
Posting Komentar